Tampilkan postingan dengan label #DuetPuisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #DuetPuisi. Tampilkan semua postingan

TINTA EMAS

Dalam malam aku terbias
Dinginnya hawa menusuk raga
Terpaan purnama tak kuat menyeka

Dalam tidurmu kau berpendar
Memancar semangat juang dalam karya
Engkau memang "Si Binatang Jalang"
Menerkam setiap jiwa-jiwa patuh bersajak

Berbekal tinta serta helai kertas
Kau menggoreskan akal imajinasi
Berjuta makna teruntai
Menambah luas samudera pikirmu

Kini kau terbaring kaku
Teduh dalam tidur panjangmu
Kini saatnya kami meneruskanmu
Menggoreskan tinta emas yang kau ukir dulu...

Teruntuk (Alm)Chairil Anwar

BY: PDW


Selamat Datang di Dunia Elegi

Deburan ombak hangat menerpa
Lembayung senja indah tiada terkira
Hangatnya sapamu membuat ku tertawa
Lembut sajakmu membuatku bahagia

Deretan bintang bertebaran diangkasa
Berkelip menghias malam

Izinkanku menyambutmu di keraajaanku
Bukan hidangan mewah penuh makna
Hanya sajak penuh ungkapan maya

Selamat datang kawan
Selamat datang di dunia elegi


Teruntuk: @wulanparker
BY: PDW

Mawar Berduri

Panasnya gurun tiada terkira
Tajamnya kaktus menimbulkan luka
Mentari senja datang menerpa
Membayang elok paras lebih berupa

Sejauh kaki melangkah
menimbulkan rasa jengah
Seluas lautan merah
Tak buat ku berpindah

Gelak tawa kian sirna
Menimbulkan suram tiada berwarna
Berliter kolak telah tersedia
Namun tak pernah membuatmu tertawa

Denting detik kian berputar
Senja kini berganti malam
Tak terpungkiri rasa
Kian sirna

Teramat susah memenuhi inginmu kini
Ironi tetap lah Ironi
Takkan menjadi
Mawar berduri

Teruntuk: @kharismarena
BY: PDW

KELU

Kala sang mentari telah meninggi
Menyengat setiap ingatan memori
Membakar elegi
Menimbun ironi

Kala kau minta sekendi kolak
Ku tak hadir disana
Menjelajah setiap langkah yang ada
Menyusuri menu isi tuk memuaskan dahagamu

Kala kutemukan itu
Kau ingin beranjak pergi
Menyisakan sebuah pilu
Menghasilkan sebuah kelu

Duhai ironi..
Izinkan ku tuk berharap kau kembali
Kan kuberi yang kau ingin
Tak hanya semangkuk kolak penuh elegi

Duhai Ironi terkasih
Jika kau tetap ingin pergi

Izinkan tuk meletakkanmu dalam misteri hati
Menyatu bersama kenangan yang telah mati
Relakan tuk menyala walau kerdil
Menyinari memori yang penuh duri

Teruntuk: @kharismarena
BY: PDW

Semburat Mimpi


Dalam hati terkubur mimpi
Harapan indah tersusun rapi
Menyambut datangnya mentari
Lembayung sendu bersama pujaan hati

Goresan niat telah memacu
Tertancap jelas didalam kalbu
Beribu prajurit memaksaku kabur
Tajamnya tombak tak gentar tuk gugur

Sejauh ironi tuk pergi
Semburat tawa masih membayangi
Sekuat dusta datang menghampiri
Tak mampu tuk memengaruhi

Teriknya sinar mentari
Tak kan menyurutkan ketetapan hati

Duhai ironi terkasih

Takkan pernah...ku mengingkari

Teruntuk: @kharismarena
By: PDW

#DuetPuisi

Terjerat

Denting waktu terus berotasi
Mentari senja seakan mengiringi
Menguak sisi dalam sebuah ironi
Menatapi leburnya mimpi

Tergerak hati tuk hijrah
Menatap mentari pagi yang lebih indah
Telah terbangun sebuah langkah
Tak terpaku dalam pasrah

Namun ronamu begitu pekat
Mengikat erat hati terjerat
Bayangmu tak mudah sirna
Kau tetap yang utama

Teruntuk:@kharismarena
By: PDW

Looking For Something?

Translate

Mengenai Saya

Foto saya
Puguh dwi wicaksono.seseorang yg dilahirkan dengan keahlian unik.unik dalam segala hal

Pengikut

About This Blog

Blog ini hanya berisi hal-hal yang singit...untuk anda yang bernyali besar monggo dilihat hihhi jangan lupa diikuti yaa

Stalker

Widget Animasi

Labels

My Motivation

My Motivation